Translate

:: KHOTMIL QUR'AN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 MEI 2018 :: MOHON DO'A RESTU SEMOGA LANCAR, BERKAH, MANFAAT ::

Rabu, 21 April 2010

Beras dari Langit

Suatu hari Mbah Ma’shum, kiai kharismatik dari tanah Lasem, menyuruh salah satu santrinya, Zulkifli, untuk mengecek persediaan beras. Ternyata beras telah habis, dan habisnya beras itu disusul dengan terjadinya musim kemarau di Lasem. Mbah Ma’shum menyuruh Zulkifli untuk memanggil cucu-cucunya. Bersama mereka Mbah Ma’shum memimpin istighasah dan membaca potongan syair al-Burdah :
yang artinya : "Wahai makhluk yang mulia (Muhammad), saya tak ada tempat untuk mencari perlindungan, kecuali kepadamu, pada kejadian malapetaka nan besar".

Potongan Syair al-Burdah tersebut dibaca sebanyak lebih kurang 80 kali, dan dilanjutkan dengan doa sebagai berikut:
“Ya Allah Gusti, orang-orang yang ada dalam tanggungan kami sangat banyak, akan tetapi beras yang ada pada kami telah habis. Untuk itu kami memohon rezeki dari-Mu….”

Ibu Nadhiroh (salah satu santri ndalem yang biasa mengurusi dapur) menyela: Amin, Mbah.... 1 ton…”
Mbah Ma’shum membalas: ”…tidak 1 ton, tapi lebih…”

Beberapa hari kemudian, datanglah beberapa orang yang memberikan beras dalam jumlah besar yang datang dari Pemalang dan Pasuruan.

Di lain waktu, stok beras kembali habis. Pagi-pagi, setelah mengajar kitab Alfiyah Mbah Ma’shum memanggil seluruh santri yang mengabdi di ndalem, yang saat itu berjumlah 12 orang, di ruang tengah. Kepada mereka Mbah Ma’shum berkata:
“Persediaan beras telah habis. Untuk itu, kita sekarang doa bersama-sama, dan kalian mengamini.”
Lalu Mbah Ma’shum berdoa:
“Ya Allah Gusti, saya minta beras…”
Doa itu disampaikan tanpa mukadimah dan tanpa penutup seperti umumnya berdoa. Kemudian, sekitar pukul 11.00 siang, datanglah sebuah becak yang membawa beberapa karung beras. Pada karung tersebut tertulis alamat pengirimnya yang berdomisili di Banyuwangi. Mbah Ma’shum berpesan pada Abrori Akwan, salah seorang santrinya, supaya mengingat alamat tersebut.

Suatu ketika, saat Mbah Ma’shum – dengan mengajak Abrori – berkunjung ke Banyuwangi dan hendak mampir ke alamat pengirim beras tadi Namun Mbah Ma’shum terkejut bukan kepalang, ternyata alamat tersebut adalah kebun pisang yang berada di pedalaman dan masyarakatnya nyaris tidak ada yang kelebihan rezeki. Semuanya seperti turun dari langit begitu saja. Hanya Allah yang tahu rahasia di balik semua itu. Wallahu a’lam bishshowab.


dari Buku Rahasia Shalawat Rasulullah saw (M. Syukron Maksum,Ahmad fathoni el-Kaysi)
penerbit : Mutiara Media

comments

2 komentar:

  1. semoga barokah dan karomahnya mengalir kepada kita amiin

    BalasHapus
  2. makasih bgt sdh sharing artikelnya, berguna bgt buat saya

    BalasHapus