Translate

:: KHOTMIL QUR'AN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 MEI 2018 :: MOHON DO'A RESTU SEMOGA LANCAR, BERKAH, MANFAAT ::

Kamis, 22 April 2010

Ingin Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

Syaikh Muzaffer Ozak bercerita, bahwa suatu ketika seorang murid bersimpuh dihadapan syaikhnya. Syaikh dengan suara berwibawa bertanya, “Apa gerangan yang merisaukanmu?”
“Wahai Syaikh, sudah lama saya ingin melihat wajah Rasulullah walau hanya lewat mimpi. Tetapi sampai sekarang keinginan itu belum juga terkabul,” jelas si murid.
“Oo … rupanya itu yang kau inginkan. Tunggulah sebentar …”


Setelah terdiam beberapa saat, berkatalah Syaikh:
“Nanti malam datanglah engkau kemari. Aku mengundangmu makan malam.”
Sang murid mengangguk kemudian pulang ke rumahnya. Tiba saatnya, pergilah ia ke rumah 
Syaikh untuk memenuhi undangannya. Dia merasa heran melihat syaikhnya hanya menghidangkan ikan asin.
“Makan, makanlah semua ikan itu, jangan sisakan sedikitpun!” kata Syaikh kepada muridnya.

Karena tergolong murid taat, dia habiskan seluruh ikan asin yang disuguhkan. Selesai makan, dia merasa kehausan. Dia segera meraih gelas air dingin dihadapannya.
“Letakkan kembali gelas itu!” perintah Syaikh. “Kau tidak boleh minum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau tidur dirumahku!”

Dengan penuh rasa heran, diturutinya perintah syaikhnya. Malam itu dia tidak bisa tidur. Lehernya serasa tercekik karena kehausan. Ia membolak-balikkan badannya hingga akhirnya tertidur karena kelelahan. Apa yang terjadi kemudian? Malam itu dia bermimpi minum air sejuk dari sungai, mata air dan sumur. Mimpi itu sangat nyata. Seakan benar-benar terjadi padanya.

Begitu bangun paginya, dia langsung menghadap Syaikh. Dengan bijaksana Syaikh berkata:
“Begitulah, makan ikan asin membuatmu amat kehausan sehingga kau hanya memimpikan air sepanjang malam. Jika kau merasakan kehausan semacam itu akan Rasulullah, maka kau akan melihat ketampanannya.”

Terisaklah si murid. Dia sadar betapa cintanya pada Rasulullah masih sebatas kata. Kerinduan sebatas pengakuan. Kondisi si murid adalah kondisi kebanyakan kita. Cinta pada dunia menutupi cinta kita pada Nabi saw.

Ternyata, selain dengan amalan shalawat dan cara-cara tertentu agar bisa bertemu Rasulullah dalam mimpi, kerinduan akan beliau karena cinta yang sangatlah yang akan membuat kita tak tahan, sehingga memimpikan beliau saw.* 



dari Buku Rahasia Shalawat Rasulullah saw (M. Syukron Maksum,Ahmad fathoni el-Kaysi)
penerbit : Mutiara Media

0 komentar:

Posting Komentar