Translate

:: Terima Kasih Atas Kunjungan Anda ::

Rabu, 21 April 2010

Nabi Adam AS pun Bershalawat






”Engkau benar, Adam. Muhammad adalah makhluk terkasihKu.
Karena kau memohon ampun atas namanya,
maka Aku mengampunimu,” firman Allah kemudian.
”Dan ketahuilah, jika tidak karena Muhammad kekasihKu itu, Aku tidak akan menciptakanmu.”



Adam adalah prasasti penciptaan, karena ia yang pertama diciptakan dari unsur manusia. Adam juga merupakan prasasti kesalahan, karena ia pula yang pertama kali melakukan dosa terhadap Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT. Ia telah memakan buah larangan, buah Khuldi, berdasarkan ”rayuan” Hawa yang sebelumnya telah termakan rayuan Iblis laknatullah. Maka jadilah ia sebagai pendosa pertama dari unsur manusia.


Nah, setelah melakukan kesalahan itu, Adam meratap pada Allah, mengakui seluruh dosa-dosanya dan memohon ampunan pada Allah SWT:

”Tuhanku, aku memohon kepadaMu atas nama Muhammad saw, tidakkah engkau berkenan mengampuniku?”. Adam meratapi kesalahannya dan memohon ampunan dengan mengatasnamakan Muhammad Rasulullah saw, sang nabi akhir zaman.

Allah SWT berfirman:
”Hai Adam, dari mana kau tahu nama Muhammad?. Padahal Aku belum menciptakannya. Aku juga belum pernah menyebutkan nama itu didepanmu?”.
Serta merta Adam berujar:
”Tuhanku, memang benar aku belum pernah mendengar namanya, apalagi bertemu dengannya. Aku juga bukan orang yang tahu tentang banyak hal, karena hanya Engkau lah yang Maha Mengetahui. Namun setelah Engkau menciptakanku dengan tanganMu dan Kau tiupkan ruhMu kepadaku, aku angkat kepalaku, dan aku melihat sebuah prasasti di atas tiang-tiang penyangga ’Arsy.” Adam terdiam sejenak.

”Aku lihat di atas tiang-tiang penyangga ’Arsy itu sebuah tulisan besar: La ilaha Illah Muhammadurrasululah. Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah.” lanjut Adam.
”Lalu aku tahu, tentu nama yang Engkau sandingkan disisimu itu adalah nama makhluk yang Engkau cintai. Maka aku pun meyakini dengan sepenuh hati, bahwa Muhammad saw adalah kekasihmu. Sehingga aku yakin, dengan memohon atas namanya, Engkau akan mengampuniku,” ratap Adam.

”Engkau benar, Adam. Muhammad adalah makhluk terkasihKu. Karena kau memohon ampun atas namanya, maka Aku mengampunimu,” firman Allah kemudian.

”Dan ketahuilah, jika tidak karena Muhammad kekasihku itu, Aku tidak akan menciptakanmu.”
Sungguh, segala kemuliaan hanya untuk Rasulullah saw.








dari Buku Rahasia Shalawat Rasulullah saw (M. Syukron Maksum,Ahmad fathoni el-Kaysi)
penerbit : Mutiara Media



0 komentar:

Posting Komentar