Translate

:: KHOTMIL QUR'AN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 MEI 2018 :: MOHON DO'A RESTU SEMOGA LANCAR, BERKAH, MANFAAT ::

Selasa, 18 Mei 2010

Kenapa Bu Nyai dan Neng-Neng Tak Bercadar?



Pernah dalam salah satu diskusi kami dengan beberapa sahabat di Room Islam Moderate,saya mendapat pertanyaan yang menarik : "Katanya,madzhab mayoritas di Indonesia adalah Syafi'i,tetapi kenapa muslimah indonesia banyak yang tak bercadar? Sementara dalam beberapa kitab fiqih syafi'i disebutkan,bahwa aurat wanita di luar sholat adalah seluruh tubuh".

Hal senada juga pernah ditanyakan oleh salah satu ukhti kenalan akrabku,malah ini lebih spesifik : "Saya juga bingung dengan ’tradisi keilmuan’ orang NU. Di sebuah pesantren salaf yang semua pelajaran dihafal, saya menghafalkan konsep aurat menurut madzhab syafi’i. Yang mana, di luar sholat, aurat perempuan adalah seluruh badannya. Berarti, kalau konsisten dengan madzhab Syafi’i seharusnya para fatayat dan muslimat ( minimal Bu Nyai dan keluarganya) meneladankan pemakaian cadar. Kenyataannya? Justru mayoritas orang NU -setahu saya- merasa asing dengan cadar. Jadi, soal berpakaian, orang NU ikut madzhab siapa? (saya sangat memerlukan jawaban atas pertanyaan ini untuk diri saya sendiri, juga untuk menjawab pertanyaan teman-teman di luar NU)

Pertanyaan yang saklek bukan? Yang bisa membuat pihak pesantren belingsatan jika tak siap ditanya dengan pertanyaan mendadak gini.

Pertanyaan yang aku yakin banyak berputar di benak beberapa sahabat,apalagi mereka yang mengenakan cadar. Dan aku yakin, pasti berputar juga di benak pihak pesantren

Nah,semoga catatan berikut,bisa memberikan pencerahan pada kita seputar masalah jilbab,hijab,dan niqob (cadar). Akan kami urai dalam beberapa poin :


@ tentang jilbab/hijab, seluruh ulama' sepakat bahwa penggunaannya adalah wajib. Termasuk dalam hal ini adalah kerudung penutup kepala. Sebagaimana dalam surat annur ayat 31 yang memerintahkan wanita untuk menutupkan kerudung pada kepala dan dadanya.

@ sekarang, tentang Niqob/cadar (penutup wajah). Apakah ia wajib bagi tiap muslimah?
permasalahan ini, kembali ke hal yang paling pokok yang jadi perselisihan ulama' sejak lampau (dan sampai masa kini), yaitu apakah wajah wanita sendiri itu aurat?
Perselisihan ini terjadi sebab tidak ada dalil shorih dan pasti yang menyatakan bahwa wajah wanita adalah aurat.

Mesti kita fahami dengan baik persoalan ini dan bagaimana pendapat para ulama' :


@ Mayoritas Ulama' dari 4 madzhab (syafi'i,Maliki,Hanafi dan Hambali) sepakat bahwa wajah wanita bukanlah aurat. Dan jika bukan aurat, maka boleh bagi wanita itu untuk menutup wajahnya dengan cadar,atau tidak menutupinya.

Namun mereka juga memberikan pengecualian :


* Madzhab Hanafi menyatakan, bahwa gadis di masa sekarang ini sebaiknya tidak membuka wajahnya di depan non mahram. Bukan karena wajah gadis itu aurat,tapi lebih untuk menjaga dari dari terjadinya fitnah.

* Madzhab maliki, mengharuskan menutup wajah bagi gadis yang dengan kecantikannya dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Dan apabila tak khawatir terjadi fitnah,maka tak apa tak mengenakan cadar. Begitu pula yang telah terbiasa mengenakannya (adat)
* Madzhab hambali,dalam salah satu periwayatan dari Imam Ahmad (yang tak populer) bahwa wajah wanita adalah aurat,maka wajib mengenakan cadar.
* Adapun madzhab syafi'i, terjadi perselisihan pandangan. Ada yang menyatakan bahwa cadar itu wajib bagi wanita, ada yang bilang bahwa pengenaannya hanyalah sunnah,bahkan ada yang berpendapat,bahwa pakai cadar itu khilaful aula (jadi sebaiknya tidak pakai).

Nah, Yang mengkritik dan bertanya soal kenapa wanita di indonesia tidak pakai cadar perlu tahu bagaimana perbedaan pendapat dalam madzhab syafi'i soal cadar itu sendiri, sebelum melancarkan kritik.

Tak jarang para pembesar madzhab syafi'i berbeda pendapat dalam masalah2 madzhab sendiri (silahkan rujuk kitab2 raksasa madzhab syafii semacam majmu',roudhotut tolibin,nihayatul mathlab).

Termasuk masalah cadar,nah, kita telah tahu,bahwa sebagian ulama' syafi'iyyah ada yang mewajibkan,sebagian lagi tidak.


Jawaban kami,nah bu nyai2 dan Neng2 ini (juga sebagian besar muslimah indonesia) mengikuti pendapat yang menyatakan cadar tak wajib. ini jika memang tidak boleh dikatakan bahwa mereka ikut madzhab lain (seperti hanafi dan Maliki yang jelas menyatakan cadar tak wajib),sebab dalam madzhab syafi'i sendiri ada pendapat ini.

Lagi pula,kitab fiqih madzhab syafi'i bukan cuma 1,ada ratusan kitab di sana,dan tidak berarti pendapat dalam satu kitab,menggugurkan pendapat yang lain. 


Apalagi masalah cadar ini adalah masa-il ijtihadiyyah bahtah (murni), sebab tak adanya dalil qoth'iy yang menyatakan kewajibannya.


Awy Ameer Qolamun

comments

2 komentar:

  1. informasi baru,,dan artikelnya bervmanfaat banget gan,,terimakasih

    BalasHapus
  2. Wah, bermanfaat banget nih :D jadinya saya tahu

    BalasHapus