Translate

:: KHOTMIL QUR'AN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 MEI 2018 :: MOHON DO'A RESTU SEMOGA LANCAR, BERKAH, MANFAAT ::

Jumat, 21 Mei 2010

PENTINGNYA BERMADZHAB YANG EMPAT

Mayoritas dari ulama, yaitu ulama Tanah Haram dan Universitas Al Azhar adalah ulama yang memegang teguh madzhab yang empat. Dan sesungguhnya Imam Bukhori yang Ahli Hadits madzhab fiqhnya mengikuti Imam Syafi’i. beliau mengambil madzhab Syafi’I dari Imam Humaidi, Imam Za’farony dan Imam Karabisy. Begitu juga Imam Ibnu Huzaimah dan Nasa’i juga bermadzhab Syafi’i.

Dan Imam Junaidi Al Baghdadi bermadzhab fiqh kepada Imam Ats-Tsauri. Imam Sibli Bermadzhab Syafi’Ii, Imam Muhasibi bermadzhab Syafi’I, Imam Al Jariri bermadzhab kepada Imam Hanafi, Syekh Abdul Qodir Al Jailany bermadzhab kepada Imam Hanbali serta Imam Abu Hasan Ali As-Syadzili bermadzhab fiqh kepada Imam Maliki.

Sesungguhnya berpegang teguh pada madzhab tertentu (baca; madzhab yang empat) bisa memudahkan untuk memahami hakikat agama, memudahkan pengertian dan bisa mendorong seseorang untuk lebih bisa men-tahqiq (mendalami secara detail) masalah-masalah syari’at. Dan karena alasan di atas, maka Ulama Salaf dan para masyayikh kita dulu semua bermadzhab.

Untuk itu, Saya (KH. M. Hasyim Asy’ari) menghimbau dan mengajak saudaraku kaum muslimin Indonesia semua untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT dengan taqwa yang sebenarnya dan jangan meninggal kecuali dalam keadaan memegang teguh agama Islam. Dan upayakan terus menjalin kerukunan antar umat yang berbeda pendapat, saling bersilaturrahim, bersikap baik kepada tetangga, kerabat, dan teman. Menghormati dan mengetahui hak-hak orang tua serta mengasihi anak kecil dan menyantuni kaum lemah.

Dan aku larang mereka untuk saling membenci, saling memutus silaturrahim, saling hasud serta membuat perpecahan dalam beragama.

Sekali lagi, aku sarankan mereka untuk saling menjalin persaudaraan, saling tolong menolong untuk kebaikan, berpegang teguh kepada tali (baca; agama) Allah, tidak bercerai berai. Dan upayakan terus untuk selalu mengikuti ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadits dan pendapat serta prilaku dari Ulama Salaf, seperti Imam Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan Hanbali serta ulama-ulama yang lain. Mereka adalah ulama yang agung. Ijma’ ulama mengajak kita untuk tidak keluar dari madzhab yang telah dibangunnya, serta berpaling dari pendapat-pendapat baru yang tidak sefaham dengan Ulama Salaf.

Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى الـنَّارِ

“Barang siapa mengucil, maka dia m,engucil ke neraka”

Dan aku (KH. M. Hasyim Asy’ari) mengajak kalian semua kaum muslimin Indonesia untuk bergabung dengan kelompok yang mengikuti thariqah Ulama Salaf.

Rasulullah SAW bersabada :

وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ أَمَرَنِي الله ُبِهِنّ، السّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَاْلجِهَادِ وَاْلهِجْرَةِ وَاْلجَمَاعَةِ . فَإِنَّ مَنْ فَارَقَ اْلجَمَاعَةَ قَدْرَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ اْلإِسْلاَمِ مِنْ عُنُقِهِ .

“ Aku perintahkan kalian dengan lima hal yang aku juga diperintahkan oleh Allah untuk menjalankannya yaitu, mendengarkan dan mentaati aturan, jihad, hijrah dan berorganisasi. Barangsiapa memisahkan diri dari organisasi satu hasta, maka sama artinya dia melepas Islam dari lehernya.”

Berkata Umar bin Khattab Ra : “Upayakan kalian untuk selalu berjama’ah (berkumpul) dan takutlah perpecahan. Sesungguhnya setan itu sering kali bersama dengan orang yang menyendiri. Dan orang yang berdua akan lebih bisa menjauhkan dirinya dari setan. Barangsiapa menghendaki kenikmatan surga, maka upayakan untuk selalu berjama’ah (berkumpul).
  
Sumber : Konsep Aswaja ala Mbah Hasyim Asy’ari.
diterjemahkan oleh : KH. Saifuddin Zuhri

comments

1 komentar: