Translate

:: KHOTMIL QUR'AN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 MEI 2018 :: MOHON DO'A RESTU SEMOGA LANCAR, BERKAH, MANFAAT ::

Rabu, 20 April 2011

Imam Syafi'i, Sakit dan Ilmu

As Syaikh Az Zarnuji, dalam kitabnya, Ta'lim Muta'alim, beliau mengutip pesan singkat Imam Asy Syafi'i Rahimahullah.

اَلْعِلْمُ عِلْمَانِ عِلْمُ الْفِقْهِ لِلأَدْيَانِ وَعِلْمُ الطِّبِّ لِلأَبْدَانِ

Artinya : 

Ilmu itu ada dua macam. Ilmu Fiqh untuk agama, dan ilmu kedokteran untuk merawat badan.

Dibalik ungkapannya yang singkat ini, ternyata ada rahasia besar yang tidak diketahui kebanyakan orang. Ungkapan tersebut diungkapkan oleh Imam Asy Syafi'i karena ada latar belakang pengalaman pahit, yang mendera beliau hingga akhir hayatnya.



Selama hidup,Imam Asy Syafi'i menahan dua penyakit yang tak kunjung sembuh, yaitu penyakit batu dan bawasier (ambeien). Penyakit beliau tergolong kronis, namun beliau menerimanya dengan tabah. Beliau tidak pernah patah semangat atau mengeluh. Penyakit yang dideritanya itu tidak pernah menghalangi aktivitas belajar dan mengajarnya.


Menurut catatan pribadi Ibnu Hajar, ketika penyakit Imam Asy Syafi'i semakin parah, beliau selalu membawa mangkuk kecil kemanapun beliau pergi. Mangkuk tersebut beliau letakkan di bawah dubur (pantat) beliau untuk menampung darah yang terus menerus menetes keluar pada saat beliau duduk.


Dengan pengorbanan yang begitu besar, wajar jika beliau menjadi seorang imam besar yang ilmunya menghiasi alam ini. Alangkah malunya jika seorang yang masih sehat, tapi bermalas-malasan menuntut ilmu.
Seorang penyair arab mengatakan


مَنْ خَطَبَ الْحَسْنَاءَ يُعْطِيْ مَهْرَهَا

Artinya:

Orang yang ingin meminang gadis yang cantik, maka ia harus berani membayar maharnya (mas kawin)

Syair ini mengandung makna, hanya orang-orang yang berani memberikan pengorbanan yang besar yang akan memperoleh sesuatu yang besar. 


( ref, rahasia sukses fuqoha')

0 komentar:

Posting Komentar