Translate

:: KHOTMIL QUR'AN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 MEI 2018 :: MOHON DO'A RESTU SEMOGA LANCAR, BERKAH, MANFAAT ::

Jumat, 24 Juni 2011

Kaito Hiro dan Kiai Samanhudi

Selama pendudukan Jepang. Seorang letnan Jepang bernama Kaito Hiro dan pasukannya begitu bersemangat melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap pemuda pribumi yang bersembunyi di rumah-rumah penduduk. Seorang warga kampung mendengar bahwa sang letnan yang kejam itu sedang pergi ke balai desa untuk menemui Lurah kampung, Kiai Samanhudi, supaya mengumpulkan semua warga.

Setelah tentara Jepang menggeledah semua tempat dan mengumppulkan semua warga, ternyata sang letnan tidak menemukan pemberontak pribumi yang dicarinya itu. Merasa usahanya sia-sia, Kaito Hiro mencari-cari perkara. Ia paksa Kiai Samanhudi untuk mengaku di mana pemuda pemberontak itu disembunyikan. Dengan jujur dan blak-blakan Kiai Samanhudi mengatakan tidak tahu apa-apa soal pemuda pemberontak itu.


Geram karena perintahnya ditolak, letnan itu menghampiri Kiai Samanhudi. “Kau tahu siapa aku?!” gertak letnan Kaito Hiro, “Aku sanggup merobek perutmu dan mengeluarkan ususmu dengan pedangku tanpa mengedipkan mata”

“Kau tahu siapa aku?! Aku sanggup membiarkan kau robek perutku dan menimang buraian ususku oleh pedangmu tanpa mengedipkan mata. Sekarang lakukan, jika kau memang laki-laki jantan !!!” tantang Kiai Samanhudi.

Mendengar tantangan balik itu, semua orang nyaris tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Wajah Kaito Hiro menjadi merah padam seperti ada kobaran api yang dahsyat merogoh jantungnya. Segera ia memerintahkan prajuritnya untuk meninggalkan tempat itu.

Ref : buku “Syaikh Branjang Abang”, karya Fahrudin Nasrullah
Penerbit : Pustaka Pesantren, Yogyakarta

0 komentar:

Posting Komentar