Translate

:: Terima Kasih Atas Kunjungan Anda ::

Jumat, 01 Juli 2011

H. AA. (Abu Bakar Aluwi) Achsin

Dilahirkan pada tanggal 12 Juli 1912 di Kudus, Jawa Tengah. Dikenal sebagai bintang lapangan politisi NU yang handal. Kariernya dimulai dari bawah. Pernah menjadi Sekretaris Kring (Ranting) sampai ketua Cabang NU di Kudus, kemudian menjabat Wakil Konsul NU (petugas PBNU untuk mengkoordinasi beberapa cabang NU) daerang Priangan Bandung.

Tahun 1936 sebagai anggota ANO (Ansor Nahdlatoel Oelama), dan menjadi salah satu pendirinya di Surabaya. Kemudian menjadi anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak tahun 1946.


Waktu pecah revolusi, ia menjadi ketua bidang keuangan dan intendance (bagian logistik) barisan Hizbullah dan Sabilillah seluas daerah priangan. Sesudah clash pertama 21 Juli 1947 dari Tasikmalaya pindah ke Madiun, Akibat dari perjanjian Renville yang mengharuskan seluruh kekuatan Republik Indonesia melakukan long march ke Jawa Timur. Achsin berada di Madiun sampai terjadi pemberontakan komunis di Madiun tahun 1948.

Pada waktu KH. A. wahid Hasyim menjabat Menteri Agama RI, ia diperbantukan sebagai Sekretaris Pribadi Menteri. Achsin juga pernah menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Kerajaan Iran (1957 – 1960). Juga pernah menjadi salah seorang Anggota Dewan Penasehat Moneter, Ketua Fraksi NU di DPR, Penasehat Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan Penasehat PWNU Jawa Barat.

Jabatan Ketua Fraksi NU adalah jabatan paling bergengsi dalam politik, karena jabatan itu hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kemampuan tinggi, memiliki loyalitas terpercaya dan benar-benar bisa mengemban amanah.

Achsin adalah idola NU kala itu. Bahkan di jajaran PBNU kala itu sempat ada angan-angan untuk menjadikannya sebagai ketua umum PBNU. Namun keinginan itu akhirnya tidak pernah bisa menjadi kenyataan, karena kalah saat bersaing dengan DR. KH. Idham Chalid.

Ref : Buku Antologi NU

0 komentar:

Posting Komentar