Translate

:: KHOTMIL QUR'AN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 MEI 2018 :: MOHON DO'A RESTU SEMOGA LANCAR, BERKAH, MANFAAT ::

Jumat, 01 Juli 2011

KH. Abdullah Ubaid Penggemar Harley Davidson

Seorang tokoh muda yang gemar berorganisasi. Mahir berpidato di atas podium, piawai berdiskusi dan memiliki grup musik gambus terkenal. Kemana-mana selalu mengendarai motor gede Harley Davidson. Tidak heran bila namanya selalu melekat di hati anak muda.

Kiai Abdullah Ubaid lahir di Kawatan, Surabaya 4 Jumadil Akhir 1318 H/1899 M. Sebenarnya nama aslinya hanyalah Abdullah. Ia diambil anak angkat oleh KH. Yasin pasuruan, lalu di belakang namanya ditambah Ubaid (isim tashgir dari Abdu, yang berarti abdullah kecil), untuk membedakan dengan salah satu putra Kiai Yasin sendiri, yang juga bernama Abdullah.


Menyelesaikan pendidikan dasar di Madrasah Al Khoiriyah, Ampel surabaya. Kemudian meneruskan nyantri di Pondok Syaikhona Kholil bangkalan, lalu belajar pada Hadratusy Syeikh KH. M. Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang. Ia salah satu teman dekat KH. Machfudz Siddiq, yang kelak menjadi Ketua Umum PBNU.

Beliau pernah menjadi guru di Madrasah Nahdlatul wathan (membantu KH. Abdul wahab Hasbullah dan KH. Mas Mansur) dan Madrasah Al Khoiriyah yang bahasa pengantarnya menggunakan Bahasa Arab. Semangatnya yang kuat dalam berorganisasi, mendorong dirinya untuk mendirikan organisasi pemuda bernama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air) di Surabaya.

Beliau juga memiliki keahlian dalam bidang jurnalistik. Pernah menjadi Sekretaris Redaksi majalah tengah bulanan “Berita Nahdlotoel Oelama” dengan Pemimpin Redaksinya KH. Machfudz Siddiq dan juga menjabat Ketua Sidang Pengarang di Majalah Kemudi.

Tahun 1932 menjadi Ketua Persatoean Pemoeda Nahdlotoel Oelama (PPNO) di Surabaya, yaitu cikal bakal Gerakan Pemuda Ansor. Dalam perjalanannya PPNO menjelma menjadi PNO (Pemoeda Nahdlotoel Oelama) dan berubah lagi menjadi ANO (Ansoru Nahdlotoel Oelama) ANO juga memiliki sayap kepanduan bernama BANO (Barisan Ansoru Nahdlotoel Oelama). Barulah dalam Muktamar ke-9 di Banyuwangi (1934) ANO resmi diakui masuk ke dalam NU. Tahun 1949 ANO berubah lagi namanya menjadi GP (Gerakan Pemuda) Ansor sampai sekarang.

Hampir seluruh hidup, pikiran dan tempat tinggalnya  disumbangkan untuk gerakan kepemudaan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Beliau dikenal sebagai seorang wartawan, guru, pemain musik, di samping juga seorang mubaligh ahli propaganda pada jamannya. Beliaulah orang pribumi yang mendapat kesempatan mengisi pengajian rutin di radio Nirom, milik pemerintah Hindia Belanda. Penggemarnya sangat banyak.

Beliau juga memiliki hobi mengendarai sepeda motor gede harley Davidson, kemanapun dia pergi. Bahkan ketika berlangsung Muktamar NU ke-13 di Menes, Banten (1938), beliau menempuh perjalanan ratusan kilometer Surabaya_Menes dengan Moge kesayangannya. Ketika itu beliau menjadi utusan PCNU Surabaya dari unsur Tanfidziyah, dan KH. Ridwan Abdullah (pencipta lambang NU) mewakili Syuriah.

KH. Abdullah Ubaid wafat dalam usia 39 tahun. Tepatnya pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1357 H/ 8 Agustus 1938 M, sepulang dari Muktamar di Menes. Di samping kondisi badannya sudah tidak sehat semenjak di arena Muktamar, motor HD kesayangannya terpeleset di daerah pekalongan dalam perjalanan pulang. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Islam tembok, Surabaya.

Sewaktu meninggal dunia, ia tidak meninggalkan warisan harta apapun. Beberapa barang milik Almarhum dihibahkan pada organisasi, termasuk Harley Davidson. Hanya sebuah mesin jahit satu-satunya peninggalan yang bisa dimanfaatkan Nyai Syafi’ah istrinya. Padahal ia meninggalkan tujuh orang anak yang masih kecil-kecil. Malah si bungsu Ali Ubaid ketika itu baru berumur 33 hari.

Ketika meninggal itu, beliau masih menyandang banyak jabatan di Nahdlatul Ulama. Diantaranya Voorzetter HBNO (semacam Konsul PBNU), Vice Voorzetter PB ANO (Wakil Konsul), A’wan Dakwah HBNO, Administrateur Berita Nahdlotoel Oelama dan beberapa jabtan penting lainnya. Sampai Sekarang Kiai Abdullah Ubaid dikenal sebagai Bapak Pendiri Gerakan Pemuda Ansor.  

ref : Buku Antologi NU

comments

3 komentar:

  1. masyaAllah....bnyk tokoh2 NU yg begitu bnyk jasanya tp org Nu sendiri kdg tidak mengenalnya....seperti saya...hehehe

    BalasHapus
  2. wuoo :o ternyata,.. keren juga ya :D

    BalasHapus
  3. Ternyata seorang pemain musik juga toh

    BalasHapus