Translate

:: Terima Kasih Atas Kunjungan Anda ::

Jumat, 05 Agustus 2011

Pembantu Yang Kurang Ajar

Ada sebuah keluarga yang sangat terpandang. Suatu hari keluarga itu membeli seorang budak (pembantu) yang berkebangsaan Hindia. Keluarga itu terus merawatnya dan akhirnya di ambil sebagai anak.

Setelah dewasa, ternyata budak itu jatuh cinta pada tuan puterinya, yang ketika itu telah menjadi ibu angkatnya sendiri. Ia terus menerus menggoda ibu angkatnya, dan ibunyapun melayani. Hingga suatu hari terjadilah hubungan layaknya suami istri.

Ketika pembantu itu sedang asyik dengan ibu angkatnya, Tiba tiba ayah angkatnya datang. Ia marah. Ia segera mengambil pisau, lalu di potongnya kelamin anak angkatnya itu. Namun pada akhirnya Ia menyesal. Ia membawanya ketabib untuk di obati.

Setelah sembuh si anak angkat itu tidak di usir. Ia tetap diberi kesempatan tinggal di rumah tuannya yang telah menjadi orang tua angkatnya. Tetapi secara diam diam ia mendendam. Ia menunggu datangnya kesempatan untuk melakukan pembalasan kepada tuannya.

Keluarga yang sangat terpandang itu sebenarnya mempunyai dua anak yang sangat tampan. Salah satunya masih berusia anak-anak sedang yang lainnya mendekati remaja. Suatu hari kedua anak itu hilang dibawa pembantunya atau anak angkatnya. Tanpa diketahui tuannya, keduanya dibawa naik ke atas loteng. Disana keduanya diajak bermain-main, diperlakukan secara baik hingga tak ada kesan di sandera.

Hingga manakala orang tuanya telah kebingungan mencari, tanpa sengaja ia mendongak keloteng. Disana dia melihat anak-anaknya disandera pembantunya.

Ia berteriak "Celaka benar Kau. Apakah engkau menghendaki kematian kedua anakku?"

Pembantunya menjawab: "Ya benar, Kedua anakmu mesti akan mati kalau Kau tidak menuruti perintahku".

"Apa kemauanmu?", tanya orang yang terpandang itu.

"Aku menghendaki supaya kamu memotong kelaminmu sendiri dihadapanku".

Demi mendengar permintaan itu, Ia terperanjat bukan kepalang, katanya,"Takutlah kepada Allah, takutlah kamu. Bukankah dirimu telah kupelihara. Hentikan perbuatan jahatmu itu". Tuannya terus mengulang–ulang permintaanya, namun pembantunya itu tidak ambil peduli.

Ketika tuannya akan naik keatas loteng, pembantu itu menyeret kedua anak tuannya dibawa kepinggir loteng.

Tuannya kemudian berteriak, "Celaka benar kamu! Tunggu sebentar. Tentu aku akan menuruti tuntutanmu". Ia pergi sebentar lalu datang dengan membawa pisau. Tanpa di minta lagi kelaminnya di potongnya sendiri di depan mata si pembantu atau anak angkatnya itu. Setelah puas menyaksikan dendamnya, si pembantu itupun melemparkan kedua anak majikannya dari loteng hingga tewas seketika.

Sembari tertawa-tawa pembantu itu berkata ; "Tuntutanku memotong kelaminmu sendiri adalah sebagai pembalasan atas perbuatanmu tempo hari yang telah memotong kelaminku. Dan kematian kedua anakmu itu sebagai tambahan (Bonus) atas kerugianku".

Memperhatikan kisah tersebut,dapat di ambil pelajaran bahwa, bilamana pembantu telah memasuki usia baligh hendaknya dilarang masuk kamar majikannya. Sebab pada umumnya godaan mulai terjadi setelah memasuki usia itu. Disamping menjaga keturunan itu termasuk perkara terpenting.

disarikan dari : Kitab 'Uqudullujain, Karya Syaikh Nawawi Banten

0 komentar:

Posting Komentar