Translate

:: KHOTMIL QUR'AN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 MEI 2018 :: MOHON DO'A RESTU SEMOGA LANCAR, BERKAH, MANFAAT ::

Jumat, 05 Agustus 2011

Pandai Besi Kebal Api

Ada seorang pandai besi yang mempunyai keajaiban luar biasa. kalau ia memanggang besi didalam bara api, tangannya tidak terbakar. padahal saat mengambilnya menggunakan tangan telanjang. 

Ketika itu ada seorang  yang tergerak hatinya bermaksud menyaksikan keajaiban itu. Apakah benar ataukah hanya sekedar berita bohong, dan amalan apakah yang dimiliki Pandai besi itu hingga memiliki kelebihan tersebut.

Suatu hari orang tersebut datang ke rumah si pandai besi. Setelah melihat sendiri ia baru menyadari bahwa berita itu bukanlah isapan jempol belaka, lama ia memandangi keajaiban di depan matanya dengan penuh kekaguman.

Setelah pandai besi itu menyelesaikan pekerjaannya, lelaki tadi memberi salam dan berkata ; "Malam ini aku menjadi tamumu, kamu tidak keberatan bukan?'

Si pandai besi menjawab:"Dengan suka hati aku menerima kehadiranmu".

Lelaki tadi diajak masuk kerumah. Setelah makan malam tiba ia disuguhi makan malam. 

Setelah selesai makan hingga menjelang tidur lelaki itu tidak menjumpai suatu kelebihan  dari amalan yang di lakukan si pandai besi itu. 

Ibadah fardunya hanya seperti itu. Ia tidur malah hingga subuh. Dalam hati lelaki itu berkata :"Barangkali malam ini ia sengaja merahasiakan ibadahnya".

kemudian ia meminta izin agar di perbolehkan bermalam untuk yang kedua kalinya. Ia mencoba memperhatikan amaliyahnya. Ternyata tidak ada kelebihannya dalam menjalankan kewajiban dan kesunahan beribadah.

Akhirnya lelaki itu berkata ; "Sudah seringkali aku mendengar, betapa besar Allah memuliakan dirimu. Kebetulan aku sendiri juga menyaksikan kekeramatanmu itu. Tetapi setelah aku perhatikan secara lahiriyah ternyata tidak ada kelebihan yang aku jumpai dalam ibadah fardu atau sunnahmu. Kalau begitu dari manakah tingkatan itu kamu peroleh?".

Si pandai besi itu menjawab ; "Saudaraku, sesungguhnya ada kisah yang sangat menarik. Ceritanya begini : "aku bertetangga dengan seorang perempuan yang sangat cantik sekali. Aku cinta sekali padanya. Setiap saat aku menggoda dan merayunya supaya mau memenuhi keinginanku. Namun sejauh itu aku tidak dapat menundukkan dirinya. Rupanya Ia perempuan ahli ibadah yang sangat bagus segalanya.

Bulan demi bulan dan tahun demi tahun terus bergulir, hingga tibalah masa paceklik. Makanan sulit diperoleh. Kelaparan merata dimana-mana. Suatu hari ketika aku sedang bersantai-santai dirumah, tiba-tiba pintu rumahku diketuk oleh seseorang. 

Aku keluar utuk melihat siapa yang datang. Ternyata perempuan yang cantik itu yang datang. Ia berdiri didepan pintu, dan katanya ; " Tuan aku sedang kelaparan, Apa ada makanan yang bisa tuan berikan kepadaku?"

Jawabku ; "Apa kau tidak merasa bahwa aku sangat mencintaimu?. Aku tidak akan memberi makanan secuilpun kecuali bila kau bersedia menyerahkan dirimu padaku".

Jawab perempuan itu ; “ Sesungguhnya aku takut menghadapi bahaya dalam kematian. Tetapi aku juga telah berjanji untuk tidak berma'syiat kepada Allah ". Lalu iapun kembali lagi kerumahnya.

Dua hari kemudian perempuan itu datang lagi. Ia meminta makanan seperti yang dikatakan tempo hari. Saat itu tubuhnya kelihatan sangat kusut dan kumal. 

Kupersilahkan ia masuk dan duduk didalam rumahku. Aku menyodorkan makanan didepannya. Tiba-tiba airmata perempuan cantik itu terus mengalir deras seraya berkata:"Apakah makanan ini Kau berikan semata hanya karena Allah?"

Aku menjawab ; "Aku berikan makanan itu agar kau bersedia menyerahkan dirimu kepadaku ". Ia bangkit dan meninggalkan makanan itu tanpa menjamahnya sedikitpun. Ia terus melangkah keluar rumah menuju rumahnya sendiri, yang berada tak jauh dari rumahku.

Dua hari kemudian ia datang lagi. Ia mengetuk pintu sambil berdiri didepan pintu, Kulihat tubuhnya kian kurus kering. Suaranya terbata-bata. Punggungnyapun membungkuk karena menahan lapar yang sangat.

Ia berkata ; " Tuan aku telah merasa kesulitan untuk mencari makanan, dan aku tak sanggup lagi untuk berjalan jauh untuk mencari makanan kecuali kepada tuan. Apakah tuan punya makanan yang bisa diberikan kepadaku ikhlas karena Allah?"

“ Ya tentu ada kalau kamu bersedia menyerahkan dirimu kepadaku " jawabku. Ia kemudian menundukkan wajah beberapa saat. Ia masuk dan duduk didalam. Saat itu aku benar benar tidak mempunyai makanan yang dapat kuberikan untuknya. Maka aku segera menghidupkan api untuk memasak makanan untuknya.

Setelah masak dan makanan kuletakkan didepannya tiba-tiba aku tersadar dan memperoleh petunjuk Allah. Dalam hati aku berkata ; "Hai rusak dan jahat amat diriku ini, sesungguhnya perempuan ini termasuk orang taat agama dan sangat takut pada Allah. Ia tidak mampu mencari makanan dan sudah berulang kali mendatangimu. Tetapi kamu tidak mau menahan kemaksiatan, padahal ia mampu mencegah kemaksiatan dirinya dengan tidak mau menyentuh makanan, jika diberikan dengan syarat yang melanggar agama".

Kemudian aku berdoa kepada Allah ; " Wahai Allah sesungguhnya aku sekarang bertaubat kepada-MU atas segala perbuatanku. Aku berjanji tidak akan mendekati dan merayunya lagi untuk melakukan kemaksiatan".

Aku dekati dia yang masih terpaku didepan makanan. Aku berkata ; “Sekaramg makanlah. Kamu tidak perlu khawatir bahwa aku akan meminta persyaratan itu. Kuberikan makanan ini hanya karena Allah".

Begitu mendengar ucapanku itu, ia mengangkat wajahnya kelangit seraya berdo’a ; " Wahai Allah, jika ucapannya itu benar, hindarkanlah dirinya dari api dunia dan api akherat" 

Lalu perempuan cantik itu ku biarkan menyantap makanan. Aku pergi dari hadapannya menuju dapur untuk memadamkan api. 

Tanpa sengaja sebuah bara api jatuh mengenai kakiku. Ternyata aku tidak merasakan panas dan kakiku tidak melepuh. Aku kembali lagi menjumpainya dengan penuh kegembiraan. Aku berkata ; " Bergembiralah kamu, sesungguhnya Allah telah mengabulkan doamu".

Lalu Ia buang sesuap makanan yang masih ada di tangannya. Ia bersujud syukur seraya berucap : "Wahai Allah sesungguhnya Engkau telah memperlihatkan kepadaku apa yang kuhendaki terhadap lelaki ini. Maka cabutlah ruhku sekarang juga".

Selesai berucap begitu, perempuan cantik itu mati dalam keadaan masih bersujud.

sumber : kitab 'uqudullujain karya Syaikh Nawawi Al Bantany

comments

1 komentar:

  1. subhanallah bagus ceritanya.. saya minta izin copy kan untuk catatan facebook saya, terimakasih.

    BalasHapus