Translate

:: Terima Kasih Atas Kunjungan Anda ::

Kamis, 17 Januari 2013

Hasan, Husein, dan Lelaki Tua

Ada seorang lelaki tua sedang berwudhu, namun ia tak mengerjakannya dengan tata cara yang benar. Sementara, dua cucu Rasulullah saw., Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain yang masih anak-anak, memperhatikan orang tua itu berwudhu.
 
Tak ada alasan untuk ragu, karena adalah suatu kewajiban untuk mengajarkan permasalahan-permasalahan keagamaan dan membimbing yang tidak mengetahui. Jadi yang harus dilakukan adalah membuat orang tua itu mengerti cara berwudhu yang benar. Namun, jika mereka langsung mengoreksi caranya berwudhu begitu saja, mungkin orang tua itu akan jengkel dan bahkan menjadi kenangan yang buruk.
 
Selain itu, mungkin saja ia akan merasa dipermalukan dengan pemberitahuan ini, menjadi keras kepala dan tak pernah memperoleh buah ibadah. Setelah merenungkan cara terbaik untuk memberitahukan kekeliruan lelaki tua itu secara tidak langsung, keduanya mulai berdebat sedemikian rupa sehingga terdengar oleh orang tua itu.
 
Yang satu berkata, “Wudhuku lebih sempurna dibandingkan kamu.”, yang lain menjawab, “Akulah yang bisa berwudhu lebih baik darimu.” Anak-anak itu akhirnya sepakat untuk berwudhu di hadapan si lelaki tua dengan maksud menjadikannya sebagai penengah.
 
Sebagaimana telah disepakati, mereka berdua pun berwudhu secara benar dan sempurna di bawah pengawasannya. Lelaki tua itu menyadari bagaimana berwudhu yang benar. Secara naluriah ia tahu niat yang sebenarnya dari kedua bocah tersebut dan ia sangat terpengaruh dengan keramahan, kecerdasan, serta kebijakan alami mereka.
 
“Wudhu kalian sudah benar dan sempurna,” katanya, “Aku hanyalah seorang tua yang bodoh dan tidak tahu cara berwudhu dengan benar. Aku berterima kasih karena telah ditegur dengan cara seperti itu dan karena kepedulian yang kalian tunjukkan kepada kalangan tua.”


ref : http://gubuk-cahaya.blogspot.com/2011/11/hasan-husein-dan-lelaki-tua.html

0 komentar:

Posting Komentar