Translate

:: Terima Kasih Atas Kunjungan Anda ::

Senin, 05 Desember 2016

Barzanji Ala Kroya Bergema di Cirebon

Sholawat yang hidup dan subur di bumi Nusantara sangat beragam, dari yang dibawakan dengan nada-nada lagu tertentu sampai yang berbentuk pembacaan narasi namun dengan cengkok khas daerah masing-masing. Semua itu tak lain karena rasa cinta yang mendalam kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad SAW.

Sebut saja sholawat burdah, Diba’, Rotibul haddad, Barzanji, dll. semua dengan ciri khasnya dan jama’ah fanatiknya. Dan biasanya disuatu daerah hanya menonjol salah satu dari sholawat-sholawat itu, namun ada juga beberapa sholawat dibawakan dengan jadwal dan waktu bergantian.

Al-Barzanji atau Berzanji adalah suatu do’a-do’a, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Isi Barzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad saw yakni silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga diangkat menjadi Rasul. Didalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. 


Nama Barzanji diambil dari nama pengarangnya, seorang sufi bernama Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (kalung permata) atau ‘Iqd Al-Jawhar fi Mawlid An-Nabiyyil Azhar. Barzanji sebenarnya adalah nama sebuah tempat di Kurdistan, yaitu Barzanj. Nama Al-Barzanji menjadi populer sekitar tahun 1920-an ketika Syaikh Mahmud Al-Barzanji memimpin pemberontakan nasional Kurdi terhadap Inggris yang menjajah Irak. 

Kitab Maulid Al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai. Kandungannya merupakan Khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlaq, peperangan hingga wafatnya. Syaikh Ja’far Al-Barzanji dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan Junjungan Nabi saw. 


Di Kecamatn Kroya, Kabupaten Cilacap Al Barzanji sudah lama dikenal dan diamalkan dari mushola satu kemushola lainnya. Bapak-bapak biasanya mengadakan Al Barzanji setiap malam ahad yang tempatnya berpindah pindah di Mushola-Mushola daerah Krya dan sekitarnya.  Sementara itu Ibu-Ibu mengadakan Al Barzanji setiap sebulan sekali dengan jama’ah tak kurang dari 400 orang. Dan yang lebih membanggakan adalah setiap bulan Maulud (rabi’ul Awwal) setiap hari selama sebulan full diadakan pembacaan Barzanji, dengan Jadwal Bapak-bapak setiap hari ba’da isya’ dan Ibu-Ibu ba’da asar, dan diakhir bulan Mulud ditutup dengan acara Peringatan Maulid Nabi dan Pengajian.

Nada-nada dalam Al-barzanji di daerah Kroya dan sekitarnya disusun Oleh KH.M. Minhajul Adzkiya -Allahu Yarham-, yang tak lain adalah Pendiri Ponpes Al Hidayah. Alhamdulillah hingga saat ini masih terpelihara seperti aslinya dan masih diajarkan secara ketat di Ponpes Putri Al Hidayah. walaupun nada-nadanya terkesan klasik tapi terasa indah dengan ritme cepat dan lambat saling bergantian. Terasa sekali menusuk kalbu hingga membawa pelantunnya sekan kembali ke masa silam yang penuh semangat perjuangan.

Tanggal 19 November 2016 yang lalu, dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Wanasab Kidul, Kecamatan Talun Cirebon, Pondok Pesantren Al Hidayah diundang Khusus untuk mengisi Pembacaan Maulid Al Barzanji ala Kroya. Selain membacakan barzanji  Group Gambus “Tsamrotul Hidayah” yang terdiri dari santri-santri Putri  juga diminta untuk membawakan lagu-lagu Islami ketika pra acara dan dalam acara penutup yang berupa hiburan.


Al hamdulillah mendapatkan sambutan yang baik, bahkan terkesan rombongan Ponpes Al Hidayah disambut dengan sangat istimewa. Segenap keluarga besar Ponpes Al Hidayah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada panitia dan masyarakat yang hadir yang kurang lebih mencapai 500 jama’ah. Yang terdiri dari kelompok Ibu-ibu pengajian di daerah tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar