Translate

:: Pondok Pesantren Ahlussunah wal Jama'ah An Nahdliyyah::

Senin, 03 Mei 2021

Sholat Witir

SHOLAT WITIR : yaitu sholat sunat yang jumlahnya ganjil. Dalam sebuah hadits ;

 

إِنَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اْلوِتْرَ ، فَأُوْتِرُوْا يَا أَهْلَ اْلقُرْآنِ

“ Sesungguhnya Allah SWT itu ganjil dan menyukai yang ganjil, maka sholat witirlah kalian semua wahai ahli Al Qur’an “ (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

 

إِنَّ اللهَ قَدْ أَمَرَكُمْ يِصَلاَةٍ هِيَ خَيْرٌ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ ، وَهِيَ الوِتْرُ

“ Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian semua dengan sholat  yang mana sholat tersebut lebih baik dari onta merah (hewan paling prestise pada masa itu). Sholat tsb adalah sholat witir “ (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

 

Minimal raka’at sholat witir adalah satu raka’at, dan maksimal 11 raka’at. Dalam pendapat lain maksimal adalah 13 raka’at. Waktu sholat witir adalah antara sholat “isya dan subuh.

Bagi orang yang kuatir tidak bisa bangun malam maka sebaiknya sholat witir dilakukan sebelum tidur. Namun bagi yang merasa bisa bangun malam maka sebaiknya sholat witir dilakukan di akhir malam setelah sholat tahajud.

Sholat witir yang dilakukan dua roka’at salam lebih utama dibanding langsung disambung sekali salam.

Surat yang dibaca di 3 raka’at akhir sholat witir adalah surat “sabbihisma rabbikal a’la” kemudian surat al kafirun dan raka’at terakhir membaca surat al ikhlas dan mu’awwidzatain (al falaq dan annas).

Setelah selesai melakukan sholat witir disunatkan membaca do’a ini :

 

سُبْحَانَ اْلمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ (3×)

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ اْلمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ ، جَلَّلْتَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ بِاْلعِزَّةِ وَاْلجَبَرُوْتِ ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ ، وَقَهَّرْتَ اْلعِبَادَ بِالْمَوْتِ ، اللهم أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ ، وَبِكَ مِنْكَ ، لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ .

“ Maha Suci Allah Raja diraja (3x). Maha Suci Allah, Tuhannya para malaikat dan Jibril. Dzat yang menundukkan semua langit dan bumi dengan kekuatan dan kekuasan-Nya. Dzat yang menetapkan dengan kuasa-Nya. Dzat yang menundukkan hamba-Nya dengan kematian. Ya Allah, aku berlindung dengan ridlo-Mu dari murka-Mu, dan dengan perlindungan-Mu dari siksaan-Mu, dengan-Mu dari-Mu. Aku tidak akan mampu memuji-Mu sebagaimana Engkau memuji Dirimu Sendiri”

0 komentar:

Posting Komentar